Ecodriving Indonesia memiliki visi untuk menyebarluaskan ecodriving sebagai gaya hidup bagi pengemudi mobil di Indonesia. Disiplin dalam menerapkan ecodriving akan membawa keuntungan dari sisi keuangan (ekonomi), lingkungan (ekologi), kejiwaan (psikologi) dan kesehatan masyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ecodriving Indonesia melakukan beberapa misi yang menyasar anggota masyarakat yang mengemudi mobil sebagai pelaku langsung ecodriving. Serta pemangku kebijakan sebagai komponen utama penyokong kebijakan Ecodriving di Indonesia.

Pendekatan ke masyarakat umum yang dilakukan Ecodriving Indonesia antara lain:

  1. Pelatihan ke pengemudi mobil. Pada tahap awal ini, kami melakukan pelatihan di area Jabodetabek.
  2. Membuat materi kampanye yang akan digunakan untuk mendukung penyebarluasan pesan Ecodriving melalui media online maupun offline.
  3. Terlibat dalam kegiatan kelompok atau komunitas lain yang terkait dengan Ecodriving.

Selain itu, penerapan ecodriving perlu dibarengi dengan dukungan dari pembuat kebijakan. Tujuan melibatkan lembaga pemerintah ini adalah agar menjamin tersedianya kebijakan-kebijakan yang mendorong penerapan ecodriving. Baik oleh lembaga pemerintah tingkat nasional maupun daerah.

Hasil pendataan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa POLRI merupakan salah satu unsur penting dari lembaga pemerintahan nasional yang perlu dilibatkan. Segala hal yang bersangkutan dengan lalu lintas dan hal mengemudi merupakan ranah organisasi kepolisian. Maka sudah pada tempatnya untuk melibatkan polisi sebagai salah satu pendukung utama.

Selain itu ditingkat daerah, Ecodriving Indonesia melihat bahwa Dinas Perhubungan dan Kepolisain Daerah merupakan lembaga pemerintah yang perlu dilibatkan. Mengingat kedua lembaga tersebut memiliki peran utama dalam pengelolaan lalu lintas di kota-kota sasaran.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pelibatan sekolah mengemudi. Sekolah mengemudi saat ini memiliki posisi yang sering diabaikan. Khususnya ketika seserorang hendak mengajukan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Akibatnya, saat ini kita melihat banyak pengemudi yang tidak mempedulikan rambu-rambu lalu lintas. Sehingga mengakibatkan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.

Ke depan, Ecodriving Indonesia mengusulkan agar sekolah mengemudi ini menjadi penyaring pertama bagi pengemudi yang akan mengajukan penerbitan SIM. Bila usulan ini diterima pemerintah, maka peran sekolah mengemudi untuk menyiapkan calon pengemudi akan sangat penting. Pemahaman tentang dasar berlalu lintas, keselamatan mengemudi dan ecodriving akan menjadi materi pokoknya. Sehingga ke depan, akan banyak pengemudi mobil yang bertanggung jawab saat berada di jalan raya. Pengemudi mobil yang efisien menggunakan bahan bakar, maka mereka sudah terlibat aktif dalam upaya meningkatkan kualitas udara perkotaan yang lebih baik. (Ecodriving Indonesia)