Apa Itu Ecodriving?

Ecodriving adalah gaya berkendara/mengemudi kendaraan bermotor secara cerdas yang berorientasi pada keamanan, kenyamanan, ekonomis dan ramah lingkungan. Ecodriving merupakan kampanye publik yang melibatkan banyak pihak dengan sasaran pada tiga sasaran utama, yaitu pengambil kebijakan, produsen mobil, dan pengendara/pengemudi kendaraan bermotor.

 

Mengapa Perlu Ecodriving?

Ecodriving merupakan hal yang penting dikampanyekan, karena jumlah  kendaraan bermotor di Jakarta sudah melebihi daya tampung jalanan Jakarta. Data Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan di Jakarta pada tahun 2015 mencapai 18,6 juta unit.  Secara rinci adalah sebagai berikut sepeda motor sejumlah 13,98 juta unit (74,94%), mobil penumpang 3,4 juta unit (18,58%), mobil beban 706 ribu unit (3,78%), bus 363,5 ribu unit (1,95%), dan kendaraan khusus sejumlah 138,8 ribu unit (0,75%).

Melihat semakin sesaknya jalanan Jakarta, maka diperlukan penyadaran publik. Bagaimana pengemudi/pengendara kendaraan bermotor bisa menyesuaikan dengan keadaan jalanan di Jakarta. Tujuan yang dibawa dari kampanye ecodriving adalah mengajak pengendara/pengemudi agar bisa berkendara/mengemudi secara cerdas dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan, keamanan, efisiensi bahan bakar dan juga pengurangan emisi gas buang kendaraan bermotor.

 

Kampanye Ecodriving

Kampanye ecodriving bertujuan untuk mengajak sebanyak mungkin pengemudi/pengendara untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar ecodriving saat berkendara/mengemudi. Sebagai lembaga yang menginisiasi penerapan ecodriving, Ecodriving Indonesia melakukan kampanye publik dalam bentuk pelatihan, seminar, diskusi publik, dan penggunaan media sosial untuk penyebar luasan pesan ecodriving.

Selain menyasar masyarakat, Ecodriving Indonesia juga melakukan kampanye ke pembuat kebijakan seperti Korlantas Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Komunikasi dan Informasi DKI Jakata, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

 

Logo Ecodriving

Untuk mengenalkan gerakan ecodriving di masyarakat dan sebagai identitas organisasi masyarakat, Ecodriving Indonesia menggunakan sebuah logo seperti tergambar di bawah ini.

Logo ecodriving menggambarkan bulatan RPM (Rounds Per Minute) meter yang ada di dashboard mobil. Dalam prinsip ecodriving, RPM merupakan salah satu patokan melihat kinerja mesin yang optimal. Misalkan untuk mobil minibus dengan kapasitas mesin 1.500 cc memiliki RPM optimum pada 1500. Kondisi optimum ini digambarkan pada jarum hijau.

. Perbaikan kualitas udara perkotaan akan tercapai, bila emisi gas buang kendaraan bermotor semakin rendah. Perbaikan kualitas udara ini dilambangkan dengan lingkaran biru sebagai wakil dari langit biru. Yaitu hasil yang  akan dicapai, bila ecodriving ini diterapkan oleh banyak pihak.

Gambar daun hijau menunjukkan kualitas lingkungan secara keseluruhan yang akan membaik. Dengan adanya penerapan ecodriving, emisi kendaraan bermotor akan semakain menurun dan terjadi di lokal Jakarta. Dan akan memberikan kontribusi pada kondisi lingkungan secara global.