Yuk, Perhatikan Cara Menyetir Mobil yang Aman Saat Banjir!

Sumber gambar: tirto.id

Sejak awal Januari hingga Februari 2021, banjir dan banjir bandang telah merendam ribuan rumah masyarakat Indonesia di sejumlah wilayah provinsi. Beberapa daerah yang turut dilanda banjir awal tahun 2021 ini adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jombang, Karawang, Malang, Kalimantan Selatan, Kota Manado, Palopo, dan lainnya. Mengenai persoalan ini, Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Supari PhD mengatakan bahwa musim hujan periode tahun 2020-2021 cenderung lebih basah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Periode musim hujan tersebut, telah dinyatakan dan diprediksikan akan berlangsung hingga bulan Maret-April 2021 ini. Melihat situasi ini, masyarakat pun perlu lebih waspada dalam beraktivitas khususnya ketika berkendara. Banjir atau genangan air tinggi di jalan raya kerap mempersulit pengemudi mobil. Selain bisa memicu mesin mogok, banjir juga memunculkan risiko keamanan bagi pengendara mobil.

Berikut merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pengendara sebelum dan sesudah menerjang banjir menggunakan mobil:

  • Perhatikan Tinggi Genangan Air. Semakin tinggi genangan air, maka semakin besar pula risiko merusak mobil. Perlu diperiksa terlebih dahulu apakah jalanan masih dapat dilalui atau tidak yakni dengan melihat apakah ketinggian air mencapai setengah ban (walaupun mobil yang digunakan memiliki ground clearance tinggi).
  • Melaju Perlahan. Dengan melaju secara perlahan tentunya akan membantu dalam mengantisipasi hal-hal yang sulit terlihat seperti lubang besar arau bahkan parit melintang yang dapat membahayakan mobil.
  • Matikan Mesin di Saat Mogok. Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil menjadi mogok dan berhenti di tengah jalan, pengemudi tidak dianjurkan untuk mencoba menyalakan mesin mobil kembali. Hal ini dikarenakan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah terhadap mesin mobil.
  • Keringkan Rem. Apabila berhasil melewati genangan air, segera periksa kondisi rem dengan metode sederhana. Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah (sekitar 5 kilometer per jam), injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Pengendara juga bisa mengeringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan selama sekitar 20 detik.
  • Cek Oli Mesin, Transmisi dan Minyak Rem. Segera cek oli mesin, transmisi dan minyak rem setelah berhasil melewati banjir. Bila warna oli berubah menjadi muda atau keruh seperti susu, berarti sudah terkontaminasi oleh air dan dianjurkan untuk segera mengganti fluida yang terkontaminasi tersebut.
  • Ikuti Gelombang. Saat melintasi banjir, bagian depan mobil menabrak air dan menciptakan gelombang. Gelombang ini akan bergerak maju searah serta dengan kecepatan tertentu dan meninggalkan celah air lebih dangkal di belakangnya. Pengemudi tak perlu mendahului rambatan gelombang tersebut, justru sangat baik untuk mengikutinya dari belakang. Jaga momentum mobil agar kecepatan mobil dengan gelombang sama. Dengan begitu pengemudi seakan melintasi banjir yang lebih dangkal.
  • Cari Alternatif Jalan Lain. Jika Anda adalah pengemudi pemula dan belum berpengalaman mengemudikan mobil di tengah genangan banjir, maka sebaiknya cari alternatif jalan lain.

Sumber: 

0 Comments

Tinggalkan Balasan