Waspadai Sindrom “Highway Hypnosis” saat Berkendara!

Ketika tengah berkendara di jalan tol ataupun non tol yang lurus telah memberikan kemudahan bagi para pengendara, sebab mobil hanya melaju lurus yang menyebabkan pengemudi tidak perlu menggerakkan setir kemudi terlalu banyak. Namun, tahukah kamu kalau berkendara di jalan yang lurus dan panjang justru memiliki risiko kecelakaan yang sama besarnya dengan pengemudi yang berkendara di kondisi jalanan yang berliku? Risiko yang biasanya dialami oleh pengendara ini disebut sebagai sindrom “Highway Hypnosis.”

Sama halnya dengan hipnosis lainnya, highway hypnosis juga turut menyebabkan orang yang mengalaminya menjadi kehilangan kesadaran akan segala hal yang terjadi di sekitarnya. Akan tetapi, highway hypnosis ini bisa dikatakan lebih berbahaya karena terjadi pada saat seseorang sedang mengemudikan kendaraan bermotor.

Sumber gambar: zonarsystems.com

Menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu mengungkapkan bahwa sindrom Highway Hypnosis sering terjadi ketika pengemudi mulai merasa bosan dan lelah ketika berkendara dengan jarak yang jauh. Hal ini pada akhirnya menyebabkan pengendara hilang konsentrasi ketika menyetir dan menimbulkan risiko kecelakaan yang sangat besar. Jusri juga menyebutkan bahwa highway hypnosis tidak hanya terjadi ketika pengendara melewati jalan yang lurus dan panjang seperti jalan tol saja, namun sering juga dialami apabila sang pengendara melewati rute atau jalur yang sama selama bertahun-tahun.

Dilansir dari ABC News, keadaan highway hypnosis terjadi karena reaksi otak yang berjalan lambat. Beberapa bagian otak tidak saling terkoneksi dengan baik dan berdampak pada pengemudi yang kehilangan fokus dan tidak sadar sepenuhnya dengan keadaan jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Dengan mengetahui bahaya yang dapat dihasilkan dari kondisi highway hypnosis, berikut merupakan beberapa cara meningkatkan fokus saat berkendara yang didapat dari ThoughtCo.com dan MSIG Indonesia:

  • Berkemudi di siang hari. Mengemudi pada siang hari membantu mencegah kelelahan mengemudi karena orang secara alami lebih waspada dalam kondisi sekitar yang terang. Selain itu, pemandangan pun menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
  • Meminum kopi. Minum kopi atau minuman berkafein lainnya membantu pengendara tetap terjaga dengan beberapa cara berbeda. Pertama, kafein memblokir reseptor adenosin di otak yang melawan rasa kantuk. Kafein juga bertindak sebagai diuretik, yaitu zat yang dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan juga dapat meningkatan produksi urin. Artinya, pengendara harus lebih sering berhenti untuk beristirahat dan ke kamar mandi apabila banyak minum saat mengemudi.
  • Mematikan air conditioner kendaraan. Lebih sulit untuk tertidur apabila pengemudi tidak merasa nyaman dengan kondisi sekitar. Salah satu cara untuk mencapainya yakni dengan membuat bagian dalam kendaraan menjadi tidak nyaman.
  • Mendengarkan musik yang tidak disukai. Musik yang disukai mungkin membuat pengemudi merasa rileks, sementara lagu yang dibenci akan menyebabkan jengkel dan tetap terjaga. Cara ini akan menjadikan kepala pengemudi tetap jernih selama menempuh perjalanan atau rute panjang.

Sumber:

0 Comments

Tinggalkan Balasan